Jumat, 15 Juli 2022

MISI 10 - MATRIKULASI 1O

 

 Bersiap Menjadi Changemaker

 Bismillahirrahmanirrahim

 

Misi 10, Alhamdulillah sampai juga di misi terakhir dari rangkaian misi-misi yang panjang nan melelahkan tapi asyik selama matrikulasi 10 ini.

Nah, kali ini misinya bertema "Bersiap Menjadi Changemaker", tema yang berat menurut saya meskipun ini disebut camilan. Membuat perubahan tidaklah mudah, banyak tantangannya baik dari diri sendiri maupun orang lain. Namun, bukan berarti kita tidak bisa melakukannya. 

Untuk membuat perubahan maka saya harus mulai dari diri sendiri dulu tentunya.

 


Belakangan ini atau bahkan selama menikah masing-masing dari kami mengalami penurunan yang cukup signifikan dalam hal ibadah dan menuntut ilmu. Pengenalan masing-masing dari kami yang memakan cukup banyak waktu dan emosi menjadi penyebab utama musibah ini. 

Walaupun saat ini kami telah melewati masa-masa awal ujian pernikahan namun semangat kami untuk kembali ke tholibul ilmu belum sepenuhnya terisi kembali.

 


 

Untuk mengantisipasi permasalahan-permasalahan di atas maka saya mengambil langkah-langkah kecil yang sudah saya susun pada gambar di atas. Tidak sesederhana kelihatannya memang, namun tetap harus di upayakan dan pelan-pelan juga bertahap dilakukan. Takutnya terlalu memaksakan lalu menjadi tidak semangat di pertengahan. Biidznillah. 
Saya bicarakan kembali dengan suami visi-misi keluarga kami yang kami buat sebelum menikah, kami mengupayakan untuk ta'lim rutin setiap pekan dan bersama-sama mendengarkan kajian online dan berdiskusi di dalamnya. Kami juga akan menetapkan jam wajib baca, saat ini hanya saya yang melakukannya dan berupaya menularkannya kepada anak dan suami. 


Bagian terakhir dari misi ini adalah membuat surat cinta untuk orang terkasih dalam hal ini untuk suami. Saya cukup banyak berpikir untuk membuat surat ini, banyak keraguan dan ada rasa canggung di sana. Namun, pada akhirnya jadi juga dan sangat mengharu biru responnya. Terima kasih tim Matrikulasi Batch 10 untuk bagian yang ini. Sulit saya deskripsikan tentang suratnya sebab sifatnya pribadi. Akan tetapi dampaknya masyaa Allah. 
 
Alhamdulillah,  telah terlewati seluruh rangkaian misi 10 ini. Mungkin bukan sesuatu yang besar dan berdampak langsung bagi masyarakat luas. Namun bukankah perubahan harus dimulai dari diri sendiri lalu keluarga? Dari keluarga yang baiklah akan lahir generasi-generasi hebat umyuk bangsa. 

Barakallahu fiik.

 


Jumat, 01 Juli 2022

SIAP BERKARYA DENGAN BAHAGIA

Siap Berkarya Dengan Bahagia

Zona 4 - Pos 8


Bismillahirrahmanirrahim



Alhamdulillah sampai di Zona 4 “Free All Side”, zona terkahir sebelum menuju selebrasi. 

Eitss... Tapi masih ada 4 misi bahagia yang harus dilalui sebelum itu.

Daaaannn inilah misi pertama di zona terakhir ini dengan tema “Siap Berkarya dengan Bahagia”. Iya deh... Insyaallah bahagia berkarya.

Tapi sebelum itu, terimakasih untuk WI, Mbak Yayan Nurlian atas materinya, keren bangat Masya Allah.

Dimateri ini ada 5 lesson outline, meliputi :

  • Definisi karya produktif
  • Menyapa harus berkarya
  • Kriteria karya yang membahagiakan
  • Bagaimana menyiapkan sebuah karya
  • Bagaimana berkarya di era digital

Pembahasannya keren dan membuka pikiran saya yang apa-apa takut duluan. 

Pada misi kali ini kami akan menentukan minat dan merencanakan karya untuk kedepannya. 

Untuk menyiapkan sebuah karya maka yang harus dilakukan adalah : 

  • mengenal potensi diri terlebih dahulu dengan mengumpulkan aktivitas prioritas dengan 4 kuadran  suka dan bisa (Bisa dan Suka, Suka tapi belum bisa, Bisa tapi Tidak Suka, serta Tidak suka dan tidak bisa). 



  • Juga dengan aktifitas 4 E (Enjoy, Easy, Excellent, dan Earn).


Bagaimana berkarya di era digital?
  • Berani memulai
  • Pandai melihat peluang
  • Meningkatkan keterampilan/keahlian
  • Mampu menghadirkan solusi dari sebuah tantangan
  • Suka belanja ide dan gagasan
  • Inovatif
  • Mampu mengikuti perkembangan teknologi


Insyaallah kedepannya saya bisa dan mampu untuk produktif, memanfaatkan segala sumberdaya pada diri saya dan menghasilkan manfaat bagi diri dan lingkungan. Serta menjadi perempuan berdaya yang mampu memahami diri dan potensi, mampu membawa dan menghadapi perubahan, berdaulat akan diri sendiri, memiliki jati diri dan rasa percaya diri, siap dengan perubahan, akan memimpin perubahan, berani mengambil keputusan dan bertanggung jawab penuh atas diriku sendiri. Seperti yang dikatakan Ibu Septi.
Tentunya tetap dalam koridor syariat, sebab puncak keridhoan adalah Ridho Allah Azza Wa Jalla. Meski Manusia ridho namun melanggar syariat maka itu tidak dibenarkan. Wallahu a'lam

Jumat, 17 Juni 2022

PIRAMIDA IBU PROFESIONAL

Piramida Ibu Profesional

Zona 3 Pos 7


Bismillahirrahmanirrahim




Semakin hari penjelajahan di Samudera Amarta Matrikulasi batch #10 semakin menantang. Kali ini
kami menentukan misi diri dan keluarga lalu melihat apakah misi ini selaras dengan misi Ibu Profesional yang tertuang dalam Piramida Ibu Profesional.

Sebelum itu kami telah diberi pengantar materi pada Jelajah Zona pos 7 oleh Mak Farida Ariani dan Kak Baruna Anandita. Pada jelajah Zona Mak Far membahas tentang Piramida Ibu Profesional yang didalamnya menggambarkan peran seorang Ibu, dimana ternyata begitu luar biasa dan membanggakannya menjadi seorang ibu apabila terus belajar dan bersungguh-sungguh memantaskan diri.


(Piramida Ibu Profesional / sumber : ibuprofesional.com)


Pada misi kali ini kami difasilitasi untuk belanja pengalaman dengan Kakak-kakak Hima Regional masing-masing, Masya Allah seru. Meskipun cukup sulit saya rasakan untuk memahami misi kali ini, namun berkat mengulang-ulang materi, kemudian diskusi bersama bestie Mbak Yeni serta teman-teman di WAG #3, saya bisa menemukan titik terang. 

Berikut paparan misi saya di pos 7 ini,

• Misi diri dan Keluarga




Saya awali dengan membuat gambaran misi diri, dimana misi ini berangkat dari misi 5 serta diskusi dengan suami tentang apa saja yang harus saya pelajari lalu melakukan perbaikan. 
Hal yang harus saya capai yaitu, mengatur emosi, pandai mengatur waktu, terus belajar mengasah potensi diri yang bisa mengantarkan saya pada tujuan utama menjadi istri dan ibu sholehah.


Kemudian saya membuat gambaran misi keluarga hasil diskusi pula dengan suami, yang sebenarnya sebelum menikah kami sudah menyamakan visi misi, yang kemudian salah satu jalan yang saya tempuh adalah di Ibu Profesional.

Pada misi Keluarga, hal yang ingin kami  capai adalah selalu belajar, membangun komunikasi yang baik, komitmen, saling mendukung dan kerjasama yang mengatakan kami mencetak generasi sholeh dan sholehah yang akan menabur kebaikan bagi masyarakat dan negara serta seluruh umat manusia. Insyaa Allah...

• Belanja Pengalaman Bersama HIMA Regional






Nah, ini salah satu bagian yang seru pada misi kali ini, berbelanja pengalaman dengan HIMA Regional. Kami difasilitasi untuk mendengarkan pengalaman para kakak-kakak di Hima Regional. Kami dijelaskan tentang perkuliahan apa saja yang ada di Institut Ibu Profesional, durasinya, serta berbagi tips-tips agar sukses melaksanakan perkuliahan di Institut Ibu profesional.

Jadi di Institut Ibu Profesional ada 5 kelas perkuliahan :
  1. Program matrikulasi adalah program persiapan untuk para ibu dan calon ibu yang ingin bergabung di komunitas Ibu Profesional. Dimatrikulasi diharapkan semuanya sepemahaman tentang Ibu Profesional.
  2. Program Bunda Sayang adalah program pembelajaran yang  diikuti oleh para Ibu Profesional yang sudah lulus Matrikulasi. Kelas ini mengajak para ibu dan calon ibu untuk terus belajar bagaimana mendidik anak dengan mudah dan menyenangkan. Di kelas bunda sayang akan ada tugas-tugas bersama anak, bersama pasangan, ada komunikasi produktif, pendidikan dan pembentukan karakter anak, juga belajar mengupgrade diri sebagai seorang ibu.
  3. Program Bunda Cekatan adalah program belajar untuk para ibu dan calon ibu yang sudah lulus kelas bunda sayang Di kelas ini para ibu dilatih untuk meningkatkan kapasitas diri mereka sebagai seorang manajer keluarga yang cekatan menjalankan peran. Disini para ibu akan fokus pada diri, mengembangkan potensi, mencari apa yang disukai dan menggali ilmu yang kita inginkan. Selain itu, juga belajar berbagi ilmu, ada proses memandirikan diri dan belajar bersama mentor.
  4. Program Bunda Produktif adalah program belajar untuk para ibu dan calon ibu yang sudah lulus kelas bunda cekatan. Di kelas ini para ibu dilatih untuk memahami potensi diri, menemukan jalan hidup sesuai fitur uniknya, sehingga antara mendidik anak, berkarya dan menjemput rejeki menjadi satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan apalagi dikorbankan.  Di Bunda Produktif dilatih untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk diri sendiri dan masyarakat, melaksanakan proses, pada proses itu kita menemukan jati diri, passion, misi hidup dan menjalankan itu dengan bahagia. Dilatih mengembangkan potensi dan menemukan jalan hidup kita.
  5. Program Bunda Shaleha adalah program belajar untuk para ibu dan calon ibu yang sudah lulus kelas bunda produktif. Di kelas ini para ibu dilatih untuk bisa menjadi agen perubahan di masyarakat sekitarnya, dimulai dengan perubahan diri sendiri dan perubahan di dalam keluarganya secara berkelanjutan. 
Nah, jadi itulah jenjang perkuliahan atau kelas yang ada di Ibu Profesional. Semuanya menarik, satu kesatuan dan saling berkesinambungan. 


• Misi Saya di Institut Ibu Profesional


Setelah mencari referensi literatur tentang IIP, melalui website Ibu Profesional, live FBG, live Instagram dan buku-buku karya member IIP maka inilah misi saya di Institut Ibu profesional :
  1. Belajar mengenali diri dan membangun Visi Misi di Matrikulasi
  2. Belajar mendidik anak, membangun karakter dan komunikasi yang baik dengan pasangan di Program Bunda Sayang
  3. Belajar menata Rumah, memperdalam ilmu Parenting dan mengembangkan bakat public speaking serta menulis di Program Bunda Cekatan
  4. Menghasilkan karya dari potensi yang dimiliki di Program Bunda Cekatan
  5. Belajar menjadi ibu Pembaharu yang berguna bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat di Program Bunda Shaleha. Saya ingin sekali fokus pada ilmu pengasuhan anak dan menata rumah lalu membagikan ilmu itu kepada orang-orang terdekat saya, juga masyarakat luas di daerah saya. Dimana masih marak kekerasan fisik dan verbal, sehingga banyak anak yang memiliki gangguan perilaku.

Semoga Allah mudahkan segala asa dan cita-cita saya ini dan saya mampu selalu menjaga niat dan semangat dalam diri saya. Aamiin

Barakallahu fiikunna bunda-bunda hebat kebanggaan keluarga. 


Jumat, 10 Juni 2022

MEREFLEKSIKAN KARAKTER MORAL IBU PROFESIONAL

Merefleksikan Karakter Moral Ibu Profesional

Zona 3 Pos 6

Bismillahirrahmanirrahim


Masaya Allah, materi kali ini sangat mengena di hati saya yang memang lagi ingin melakukan pendalaman karakter. Ternyata, karakter itu tidak diajarkan, namun sudah ada dalam diri tinggal dikembangkan dan diasah. Ibu Profesional memiliki karakter moral yang wajib dimiliki setiap membernya. Adanya karakter moral menguatkan Core Value Ibu Profesional.

Apa saja sih karakter moral Ibu Profesional?

Nah, karakter moral Ibu Profesional ada 5, meliputi :

1. Never stopped running, the mission alive

Perempuan memiliki banyak tahapan hidup, secara umum diantaranya menjadi bayi, anak, remaja, bersekolah, kerja atau mandiri finansial, menikah, menjadi ibu, tua, hingga meninggal dunia. Setiap tahapan perannya akan berbeda dan bertambah.

Ternyata, perempuan sejak lahir sudah memiliki misi hingga akhir hayat. Ibu Profesional selalu bersungguh-sungguh menjalankan perannya, karena itulah misinya selalu ada.

2. Don't teach me, I love to learn

Ada banyak ilmu yang bisa atau harus dikembangkan oleh seorang perempuan. Perempuan atau seorang Ibu khususnya, senang belajar dan tidak berhenti hingga akhir hayat. Semangat belajar dan mengamalkan apa yang dipelajari.

3. I know I can be better

Bertekad selalu menjadi lebih baik dari hari ke hari. Tahu jika bisa lebih baik lagi, diri sendiri yang tahu bukan harus diberitahu. Perempuan mengetahui kapasitas diri untuk lebih baik.

4. Always on time

Selalu tepat waktu, memulai dari diri sendiri sehingga orang lain akan ikut tertular . Bagaimana kita mengajarkan adab pada anak, jika kita sendiri tidak beradab.

5. Sharing is caring

Membagikan ilmu atau pengalaman hidup yang sudah dipraktekkan, dengan prinsip 3B,

  • Benar, teruji kebenarannya, bukan hoax atau informasi palsu
  • Baik, sesuai kaidah Core Value di Ibu Profesional
  • Bermanfaat, relevan dengan kebutuhan target audiensnya...

Setelah mengetahui kelima karakter tersebut saya merasa benar-benar dikuliti sebab banyak cacatnya di setiap karakter moral ini. Akan tetapi sekaligus menjadi ilmu baru dan semangat baru untuk saya agar lebih mengasah karakter menjadi lebih elegan dan beradab.

Refleksi moral Ibu profesional dalam diri dan kehidupan dan dalam menjalankan peran sebagai perempuan :

  1.  Sejak lahir saya memiliki peran-peran hebat, dimana dulu saya anggap sebagai beban hidup, namun ternyata itu sebuah pembelajaran agar menjadi tangguh. Saya seorang anak pertama, kakak pertama, yang memiliki banyak peran dan misi, kemudian setelah menikah peran dan misi saya lebih banyak dan kompleks. Yang kadang kala membuat otak dan hati panas dingin.
  2. Pada dasarnya saya memang senang belajar dan bahkan terkadang menjadi tuntutan untuk selalu belajar tapi tak jarang rasa malas selalu merongrong.
  3. Selalu memiliki keyakinan bahwa saya kuat dan mampu melakukan yang terbaik sudah tertanam dalam diri saya sejak belia hingga saat ini tapi terkadang itu menjadikan saya terlalu perfeksionis dan egois, karakter anak pertama yang selalu ingin mendominasi menjadi perilaku yang harus saya kontrol.
  4. Selalu menunda-nunda pekerjaan merupakan momok yang membuat geram dan memporak-porandakan list harian saya yang sudah terpatri indah di dinding misi.
  5. Saya ingin sekali menjadi ilmu dan menjadi motivator bagi ibu-ibu di sekitarku, dimana pola pengasuhan anak yang masih syarat kekerasan, namun tentu saya harus bisa berhasil dulu mendamaikan emosi sendiri dan mengamalkan ilmu pada diri sendiri kemudian berbagi pengalaman itu kepada orang lain.
Pada misi kali ini saya sangat ingin mengasah karakter moral yang keempat, Always on time. 
Tidak muluk-muluk, saya memulai dengan hal sederhana. Sejak malam saya memikirkan pekerjaan apa yang harus saya kerjakan besoknya agar lebih Banyak waktu untuk me time dan bermain lego dengan si Mujahid kecil.
Kemudian membuat list dan menempelkan didinding misi harian.
Saya bangun lebih awal sebelum sholat subuh, kemudian merenung sejenak mengumpulkan nyawa, lalu sholat. Sembari suami melaksanakan rutinitas pagi berbelanja di Pasar saya segera masak nasi jadi saat suami pulang saya langsung eksekusi lauk dan sayuran yang dibeli.
Dari sini saya bisa menyiapkan sarapan lebih cepat dan suami berangkat kerja tidak hanya ganjal perut dengan sepotong roti. Roti bagi kami orang Muna hanya makanan ringan bukan untuk penopang tenaga untuk kerja, belum makan kalau belum makan nasi. hehehe....

Setelah suami berangkat kerja anak juga sudah sarapan dan mandi langsung saja saya beberes rumah dan mandi lalu melakukan kegiatan yang aku sukai atau bermain bersama si kecil tanpa beban pikiran.

Semoga terus berlanjut saat pulang ke kampung halaman, misi ini saya lakukan saat berkunjung ketempat tugas suami di luar kota. 
Saat tiba dikampung halaman beda lagi misinya sebab saya kembali ke rutinitas publik dan semoga juga tetap kuat melatih diri saat saya sudah pindah mengikuti suami, dimana saya akan menggabungkan dua peran yakni diranah publik dan domestik secara utuh tidak terpisah jarak. Aamiin ya mujibassailin

Alhamdulillah itulah misi saya kali ini, semoga membawa manfaat untuk diriku dan juga orang lain. 

Wallahu a'lam

〰️〰️〰️〰️〰️〰️

Muna, di pagi hari saat masih oleng-olengnya baru tiba subuh mengarungi ombak lautan yang memisahkan daratan Kendari - Muna.

Muna - Bombana - Kendari - Kembali Ke Muna


Jumat, 03 Juni 2022

IBU PROFESIONAL KEBANGGAAN KELUARGA - Zona 3 Pos 5

 Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga

Zona 3 (Main Course) - Pos 5

 

Bismillahirrahmanirrahim

 



Alhamdulillahiladzi bini'matihi tatimusholihat, zona 3 pos 5 di buka. Mulai terasa nih arus dan gelombang perjalanan bawah lautnya, tapi senang rasanya salah satu hidangan utama telah disajikan. Kali ini, kami dibersamai oleh Kakak Baruna Mba Nurlian dan WI Mba Rusna Meswari atau akrabnya dipanggil Mba Una. Hidangannya pas sekali dengan selera saya, "Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga". Mba Una menyajikannya dengan baik dan sangat enak dinikmati.

Nah, di pos ini kami diberi misi memaknai Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga versi diri sendiri dan lingkungan serta bagaimana indikator keberhasilan Ibu Profesional bagi diri sendiri. Berat nih, apalagi harus melibatkan  orang sekitar, dimana saya memiliki kesulitan membangun komunikasi dengan suami terkeculi hal-hal penting. memikirkan basa-basinya itu terasa berat bagi saya, karena saya dan suami sama-sama tipe orang serius alias to the point. Tapi syukurnya kemarin Mba Una menjelaskan tentang komunikasi sebaya. Meskipun belum terlalu dapat feel-nya tapi tetap harus diusahakan dan bersungguh-sungguh. Haahhhh... tarik napasss.... Ayo kita mulai!

Makna Ibu Profesional bagi saya adalah seorang wanita yang memiliki kemampuan dan ilmu untuk mendukung terwujudnya cita-cita dan mimpi keluarga. Saya menyebut wanita karena disini peran saya bukan hanya sebagai ibu namun juga sebagai istri. Saya tidak boleh melupakan bahwa peran utama saya adalah sebagai istri dan bagi saya ibu itu bagian dari peran seorang istri dan bentuk bakti kepada suami. Pemikiran saya ini bersumber dari kalimat "Ridho suami adalah Ridho Allah". Namun tentunya dalam perkara yang ma'ruf, tidak mencederai hak-hak dan hukum Allah.

Sedangkan makna Ibu Profesional bagi lingkungan terdekat dalam hal ini bagi suami adalah seorang wanita yang mampu menjadi sebaik-baik perhiasan dunia. Menjadi sebaik-baik perhiasan dunia, sesuatu yang masih berat untuk saya yang masih mengedepankan emosi, selalu kalah dalam jihad melawan hawa nafsu. Namun, kambali lagi tidak ada yang mustahil jika Allah telah berkehendak, tinggal bagaimana kiat saya untuk meraih hidayah lalu istiqamah (bersungguh-sungguh) menjalankannya. Menjadi sebaik-bak perhiasan dunia atau dalam hal ini wanita sholehah dalam lingkungan keluarga tentu banyak cakupannya, bagaimana selau mendukung suami dan saling meningatkan serta bersama-sama belajar, bagaimana mendidik anak agar menjadi generasi yang baik, bagaimana mendukung tumbuh kembang anak, menyediakan atau memilihkan lingkungan yang sehat  bagi fisik terutama mentalnya, dan masih banyak lagi.

Adapun indikator keberhasilan Ibu Profesional versi saya melipiti: 

  • Melibatkan Allah dalam setiap urusan;
  • Memiliki adab yang baik;
  • Bersungguh-sungguh menuntut ilmu;   
  • Mengamalkan ilmu yang dipelajari.  

Keempat indikator yang saling berkaitan, tanpa Allah kita bukan apa-apa dan tidak bisa apa-apa, mengenal Allah kita butuh ilmu, mengedepankan adab yang baik dalam menuntut ilmu, lalu adab yang baik hanya diketahui jika kita mempelajarinya, sebab perilaku yang menurut kita baik, belum tentu baik dimata Allah. Kemudian ilmu tidak akan bermanfaat jika tidak diamalkan. Menurut saya, kita akan berhasil menjadi ibu bahkan menjadi manusia seutuhnya apabila berpegang dengan indikator ini. 

Semoga saya dan teman-teman penjelajah lainnya bahkan seluruh ibu mampu menjadi Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga, menjadi sebaik-baik perhiasan dunia, selalu penuh kelembutan dan kasih sayang serta dipenuhi kasih sayang. Aamiin yaa Mujibassailin

Yassarallahuliy wa lakunna wa barakallahu fiikunna.

Jumat, 27 Mei 2022

PENERAPAN CORE VALUE IBU PROFESIONAL DALAM PETA BELAJARKU

Penerapan Core Value Ibu Profesional dalam Peta Belajarku
Zona 2 - Misi 4

Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillahilladzi bini'matihi tatimmush sholihaat, pekan ini aku dan kawan-kawan penjelajah telah sampai di Pos 4 Zona 2. 
Yipp.. yipp.. horee!!!
Pada Pos 4 ini kami disuguhi hidangan “Core Value Ibu Profesional” oleh Kakak Baruna Mbak Nunung Alindawati dan Widyaswara Mbak Endang Prasdianti. 
Sajiannya begitu nikmat dan benar-benar merasuk hingga hati dan pikiranku.
Banyak hal yang aku kutip dan benar-benar harus aku tanamkan dalam hatiku untuk kemudian aku olah lalu aku terapkan.

Satu hal yang benar-benar aku garis bawahi adalah ketika kita ingin meraih sesuatu maka harus ada usaha. 
Ya... Usaha...!!!
Aku harus terus berusaha untuk belajar, berkembang, berkarya, berbagi dan berdampak bagi orang lain terutama keluarga. Aku tidak boleh minder, aku harus sukses dan tidak berakhir sebagai seorang pesakitan. 

Aku tidak boleh menyerah dengan diriku yang selalu membisikkan kemalasan dan pesimistis. Aku harus terus berjalan jika lelah aku pelan-pelan saja tidak boleh berhenti apalagi mundur.


Kata Mba Endang, “Jiwai, pahami Core Value Ibu profesional. Belajar berperan aktif dengan demikian akan berkembang.”
Oke deh...!!!
Aku harus belajar berperan bukan baperan lagi.

Disebutkan dalam sebuah bait syair yang aku kutip dari https://t.me/syarhussunnahlinnisa,

Akan semakin bertambah ilmu seseorang, dengan banyaknya infak darinya

Dan akan berkurang ilmu itu, dengan rapat kamu menyimpannya

[Kitâbul 'Ilmi : 166, Via al-Maktabah asy-Syâmilah]


Semoga kita diberi kemudahan untuk belajar dan mengamalkan ilmu yang telah kita tahu, dan derma untuk menyebarkan.

Barakallahu fiikunna yaa Ibu-ibu pembelajar.


Jumat, 20 Mei 2022

MENJADI IBU BAHAGIA (SUKES DIRANAH DOMESTIK DAN RANAH PUBLIK)

MENJADI IBU BAHAGIA (SUKES DIRANAH DOMESTIK DAN RANAH PUBLIK)

Bismillahirrahmanirrahim

Penjelajahan Samudera Amarta dengan kapal selam bawah laut telah membawa kami di zona appetizier.
Keindahan dasar laut samudera amarta kian menambah keindahan perjalanan kami.
Beragam hidangan makanan pembuka telah tersedia untuk kami dan kami dipersilahkan untuk mencicipi semua hidangan di zona ini, aku juga ikut mencicipi dan memilih hidangan yang aku sukai.
Di zona ini kami harus membuat peta belajar. Disini aku dan penjelajah lainnya merdeka dalam menentukan hidangan (ilmu) apa saja yang kami perlukan.
Setelah berpikir aku mulai mencatat apa saja yang dibutuhkan lalu membuat peta belajarku.


Berikut Peta Belajar versi aku.

Dari sini dapat dilihat bahwa tujuan belajaku adalah menjadi ibu bahagia (sukses diranah domestik dan ranah publik). Selain sebagai istri dan ibu aku juga bekerja sebagai perawat di Pusat Kesehatan Masyarakat di Desa-ku, awalnya aku begitu mudah menjalankan peranku diranah publik namun setelah berkeluarga saya mulai kewalahan mengatur pekerjaanku, bahkan seringkali aku harus mengorbankan salah satunya dan itu membuatku tidak nyaman dengan pencapaian dan kinerjaku baik dalam rumah tangga maupun urusan kantor. 
Aku mulai berpikir, tidak bisa terus-terusan seperti ini, aku harus berubah dan mengatur semuanya sedemikian rupa. Maka yang aku perlukan untuk mencapai tujuanku adalah manajemen waktu, manajemen diri, dan menuntut ilmu. 


◾Manajemen Waktu


Apa saja sih yang aku harus lakukan di poin ini?
Jadi, yang perlu aku lakukan adalah:

1. Disiplin

Aku harus membuat jadwal dan bangun lebih awal, melakukan semua pekerjaan sesuai jadwal agar tidak tumpang tindih. Ini butuh komitmen dan konsisten.

2. Menentukan prioritas
 
Jika sudah memiliki jadwal maka aku perlu membuat skala prioritas. Skala prioritas bukan berarti meremehkan pekerjaan lain, hanya saja menentukan pekerjaan mana yang harus dilakukan terlebih dahulu, pekerjaan mana yang harus kelar saat ini juga dan mana yang bisa ditunda jika ada keadaan mendesak. Kaitannya penting mendesak, penting, penting tidak mendesak.

3. Tidak menunda

Tidak menunda-nunda pekerjaan, sederhana diucapkan namun nyatanya butuh kesungguhan, sedikit saja suasana hati bergeser maka bisa banya berpengaruh. Namun, bukan berarti harus kalah denga perasaan. Melakukan pekerjaan sesuai waktu maka akan menghasilkan ketenangan hati. Misalnya, sholat di awal waktu atau bangun lebih awal. Jika kita mampu melakukan pekerjaan lebih awal maka kita akan lebih mudah saat melakukan pekerjaan selanjutnya dan ada perasaan nyaman.

4. Target pencapaian

Membuat target tentang sasaran yang ingin dicapai, misalnya menargetkan untuk selalu bangun pukul 03.00 pagi secera konsisten atau menargetkan untuk sholat sunah rawatib secara terus-menerus. 
Yang harus aku lakukan untuk mencapai target:
- Terapkan strategi dan tetap konsisten
- Hilangkan segala kebiasaan buruk dalam keseharian
- Mulai dari target-target kecil

5. Evaluasi hasil pencapaian

Mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasi hasil kinerja yang telah dilakukan untuk menetapkan ketercapaian tujuan dari target yang kita buat. Jika sudah maksimal maka pertahankan namun jika masih kurang maka dicari permasalahannya apa, kemudian dimodifikasi sesuai kebutuhan agar bisa maksimal pelaksananya.

Manajemen Diri

Manajemen diri yang aku butuhkan meliputi :

1. Mengelola Emosi

Emosi mempengaruhi keseharianku dengan signifikan, sedikit saja tidak berjalan sesuai keinginan maka akan kacau seketika, aku perlu banyak fokus dititk ini. 
Hal yang aku butuhkan adalah banyak bersabar, berpikir positif dan berbesar hati menerima kegagalan. Kaitannya dengan manajemen waktu yang sudah aku paparkan di atas.

2. Kebahagiaan diri

Aku termasuk orang yang seringkali tidak enakkan dengan orang lain sampai lalai dengan kabahagiaanku sendiri, inginnya selalu menjadi orang yang pengertian namun ujungnya malah susah sendiri.
Yang aku butuhkan adalah, berani mengutarakan apa yang saya inginkan namun tidak memaksa agar tidak egois, melakukan hobi, me time, dan liburan.
Sampaikanlah apa yang membuat diri kita tidak nyaman, menolong orang lain memang perlu namun pertimbangkan dampaknya pada mental kita. 

3. Mengelola lingkungan pergaulan

Meskipun kebahagiaan itu 90% dari diri sendiri dan 10% dari luar, kita tidak bisa mengabaikan pengaruh teman atau lingkungan. Jika kita tidak mampu mewarnai maka jangan sampai terwarnai. Perilaku itu menular, emosi itu menular. Jauhi lingkungan yang buruk, jauhi lingkungan pertemanan yang tidak sehat. Jika pergaulan itu tidak membawa kita kearah yang lebih baik maka tinggalkan. 
Beberapa orang beralasan, ingin mengubah teman-temannya. Tidak apa-apa jika mampu, namun kembali lagi ukur diri mampu mewarnai (mempengaruhi) atau malah sebaliknya terwarnai (terpengaruh). Kalau untuk aku sendiri, aku belum mampu mewarnai maka lebih baik menutup akses dari lingkungan toxic.

4. Spiritual

Kaitannya dengan ibadah, mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala. Semakin dekat kita dengan Allah maka semakin tenang dan bahagia hati. Kita akan sadar bahwa apa yang kita lalui, apa yang kita capai, apa yang lepas dari genggaman, rasa sakit, disakiti, dikecewakan, bahagia, membahagiakan itu tidak lepas dari pengaturan Allah Ta'ala, dengan kesadaran ini maka kita akan mampu bersabar dan mengistirahatkan hati kita. 

Menuntut Ilmu

Ingin action namun tanpa ilmu, maka kita seperti penjelajah tanpa peta atau ibarat berjalan di kegelapan malam tanpa lentera. Semua tujuan yang kita capai butuh ilmu bahkan aspek terkecil dan sederhana dalam hidup kita butuh ilmu. Misalnya buang air kecil, jika tidak ada ilmunya bisa jadi buang air kecil sembarangan. Wah, memalukan dan tidak beradab ya? Kita tentunya tidak ingin begitu bukan?
Untuk saat ini, demi menunjang keseharianku untuk tercapainya tujuanku di atas, aku butuh ilmu agama, ilmu parenting dan ilmu keperawatan.

1. Ilmu agama

Mau sehat spiritual dan sehat emosi maka butuh ilmu agama. Ilmu agama tentu tidak hanya melingkupi dua keadaan yang aku sebutkan tadi. Bahkan cakupannya luas, dari bangun tidur sampai tidur kembali semua sudah diatur dengan indah dalam Islam.
Yang harus aku lakukan adalah :
- Duduk di majelis Ilmu baik online maupun offline
- Membaca buku dan artikel Islam

2. Ilmu parenting

Ilmu parenting telah menyita perhatianku dan menuntun hatiku untuk mendalaminya. Aku ingin anakku menjadi hebat tanpa tekanan, aku ingin menjalankan peranku dalam keluarga dengan maksimal  maka aku butuh ilmu untuk itu.
Cara memperolah ilmu parenting :
- Ikut kelas dan seminar
- Membaca buku parenting

3. Ilmu keperawatan

Ilmu yang tak kalah penting, untuk menunjang kinerjaku di ranah publik. Berbagai seminar dan workshop saya ikuti. Untuk saat ini hanya bisa seperti itu, sebab untuk lanjut kuliah belum luas waktu dan finansial. Memaksakan keadaan tentu tidak sehat.

Itulah tujuan belajarku dan kebutuhanku untuk mencapai tujuan tersebut. Semuanya saling berkaitan satu sama lain, seiring sejalan dan berkesinambungan. Semuanya baik, benar dan bermanfaat untuk diriku, keluarga dan lingkunganku serta bisa menuntunku untuk berperilaku yang bermartabat.

Barakallahu fiikunna.

#Zona2
#PenjelajahPelabuhanSamuderaAmarta
#Matrikulasi10
#InstitutIbuProfesional
#IbuprofesionalforIndonesia
#ip4id2022
#womenincooLABoration

Rabu, 11 Mei 2022

SELAM (Seputar Jelas Misi) 2 Zona 1 Pos 2 : Bahagia Belajar dan Critical Thinking

Bismillah

Semalaman berpikir, bekal apa ya yang harus saya siapkan untuk menjelajah di Samudra Amarta Matrikulasi Batch 10 ini?
Saya ulang-ulang siaran materi di FBG, saya baca juga tugas teman-teman yang lain sampai masuk sholat subuh, sampai pagi lagi, dan akhirnya saya menemukan titik terangnya.

Saya mulai mengambil buku tulis dan pulpen untuk mencatat apa saja yang saya butuhkan.

Nah, jadi bekal yang saya persiapkan adalah: 

1. Kepercayaan Diri
Gak boleh insecure, harus yakin bisa, yang lain bisa maka saya juga bisa, belajar itu hak semua orang dari latarbelakang manapun. Nah, di Institut Ibu Profesional inilah wadah yang pas, Insyaa Allah.

2. Perasaan Bahagia
Sudah PD maka harus bahagia menjalani ini semua kan ya?? Udah punya tempat belajar yang hebat, dapat ilmu-ilmu keren kalau gak bahagia dijalaninya, kan sayang.

3. Semangat Kerja Keras
Untuk bisa menjalankan misi tentu butuh usaha, itu gak serta merta muncul begitu saja, harus benar-benar berpikir dan bekerja agar hasilnya maksimal, biar diri sendiri juga puas dan bahagia.

Jadi, itulah bekal yang saya siapkan untuk menjelajah. Semoga bisa sampai tahap akhir. 

Lalu jika dilihat dari analisis 3B

1. Apakah ini benar?
Tentu saja benar, benar-benar sesuai dengan keadaanku

2. Apakah ini baik?
Jelas baik dong.. ini untuk perkembangan diri dan keluarga. Itu poinnya!

3. Apakah ini bermanfaat?
Sangat bermanfaat, saya jadi menemukan apa yang saya butuhkan.

Kebutuhan saya ini, insyaallah sejalan dengan COC Institut Ibu Profesional.

Demikianlah uraian kebutuhan saya untuk menjelajah.
Saya menulis ini dengan bahagia dan semangat. 
Semangat menulis dan bahagia atas pencapaian saya pagi ini menyelesaikan misi 2 ini.

----

#Zona1
#PenjelajahPelabuhanSamuderaAmarta
#Matrikulasi10
#InstitutIbuProfesional
#Ibuprofesionalforindonesia
#ip4id2022
#womenincooLABoration

Sabtu, 30 April 2022

Ternyata

Ternyata...

Ternyata kita hanya seru disaat jauh, 
Saling merindu meratap kapan waktu berpihak agar kita bersua..
Untaian doa-doa manis mengalir dari lisan agar kelak bisa bersama bercengkrama ramah..

Ternyata . . .

Saat dekat kita bagaikan orang asing yang tak ada tanda-tanda jika saling mengenal.. 
Aku dan kamu terhalang dinding canggung yang begitu tebal dan kokoh.. 
Terhalang perbedaan yang tak diperhitungkan sebelumnya..
Seketika harapan bersama sirna berganti ingin segera pergi dan menjauh..

Ternyata...
Angan tak selalu seindah harapan.. 
Aku dan kamu yang terlalu berharap lebih.. 
Lupa jika manusia tak sempurna.
Aku dan kamu yang terluput dari tuntunan Ilahi sebab mabuk kepayang dengan angan-angan kosong...


#Ramadhan291443H
#pagi_mendung

Kamis, 03 Februari 2022

TIDUR SIANG

Akhirnya drama tidur siang kelar juga, cukup lama untuk membujuknya hingga tertidur.
Sebenarnya tidak perlu dibujuk pun dia akan tidur dengan sendirinya, hanya saja kali ini lain, dia begitu gandrung memainkan tutup kotak kue yang didapatnya di keranjang piring.
Begitu riang dia memainkannya dengan cara dikipas-kipaskan, sesebentar kipas Abahnya lalu berpindah ke Ummahnya, lalu dia mondar-mandir dari kamar ke ruang depan sambil terus mengipas-ngipaskan benda itu. Lama dia larut dengannya.
Walau raut wajah sudah menampakkan kantuk dia tetap memainkannya, meski sudah mulai menggerutu dan sedikit rewel karena menahan kantuk. 
Saya membujuk untuk tidur namun dia tetep bersikukuh dengan mainannya, lama saya dan Abahnya membujuk meminta agar mainannya disimpan dulu hingga akhirnya dia mau melepaskannya.. 

Sebenarnya bisa saja kami merampasnya dan memaksa agar dia tidur tapi kami masih menahan agar dia mau berbaring dengan sendirinya dan menyerahkan mainannya dengan sukarela. Kami tidak ingin agar dia merasa ditekan, merasa bahwa orang tuanya otoriter dan merasa bahwa merampas itu sesuatu yang diperbolehkan. Butuh kesabaran memang hanya saja saya menjadikan kegiatan mengasuh anak itu sebagai hiburan agar ringan melakukannya dan tidak merasa bahwa anak adalah beban.. 
Mungkin juga latar belakang trauma atas pola didik yang saya dapatkan menjadikan saya terus belajar dan bersemangat untuk mendidik Ibrohim dengan baik.
Semoga kami mampu menjadi orang tua dan contoh yang baik untuknya. Semoga kelak jadi anak sholeh. Aamiin 
Bombana, menjelang Sholat Jumat.
#senyum

Rabu, 26 Januari 2022

SAAT ENGKAU AKAN MONDOK

Suatu saat jika kamu sudah masuk pondok, Ummah pasti akan merindukanmu. Mungkin akan ada rengekan-rengekan yang ringkih dari mulut manismu bahwa kamu ingin pulang, ingin dirumah saja bersama Abah dan Ummah, atau bahkan sebaliknya.
Namun pasti ada perasaan sedikit tak rela dan berat saat harus jauh darimu.
Tapi Ummah dan Abah harus kuat. 
Percayalah nak, kalau saja Ummah menuruti keegoisanku sebagai seorang ibu, tentu Ummah ingin kau tetap di dekatku, memanjakanmu, menuruti semua kemauanmu, mengajakmu bermain dan bersenang-senang selalu. 
Tapi jika Ummah melakukan itu, bukankah Ummah telah merenggut hakmu sebagai manusia? Merenggut hakmu sebagai hamba Allah? Bukankah Ummah tidak memanusiakan mu??

Ummah tidak menghawatirkan kesuksesan mu dalam perkara duniawi, ummah begitu takut akan kesudahanmu diakhirat kelak.

Jika saja dunia ini selamanya nak, namun dunia hanya persinggahan, ada cita-cita mulia dan lebih besar yang harus kamu capai, ada dambaan yang lebih luar biasa yang harus kamu raih, yakni Syurga dan melihat-Nya tanpa ada hijab diantara engkau dan Rabb kita.
Anak Ummah terlahir hebat, maka anak Ummah juga harus berproses dengan hebat dan berakhir dengan hebat pula.

Barakallahu fiik anak Sholeh ku. Semoga engkau selalu dalam lindungan Allah Subhanahu wa ta'ala, semoga keselamatan bagimu dunia dan akhirat, semoga kebahagiaan untukmu dunia dan akhirat

----

📝 Kamis subuh, sehabis sahur saat engkau merengek ingin ASI, kemudian entah engkau bermimpi apa sampai-sampai tersenyum dalam tidurmu.

MISI 10 - MATRIKULASI 1O

    Bersiap Menjadi Changemaker   Bismillahirrahmanirrahim   canva.com Misi 10, Alhamdulillah sampai juga di misi terakhir dari rangkaian mi...